Apa sih sebenarnya yang membuat kita marah? Ada yang pernah bilang
kalau ia dimarahin orang didepan umum, ada juga yang jika sesuatu
yang nggak pada tempatnya mampu memancing kemarahannya dan juga
beberapa alasan lain yang mungkin juga sering kita rasakan.
Untuk itu hari minggu, 12 Desember lalu Psikopop membahas tentang
hal-hal penyebab kemarahan kita. Pertemuan kali ini ini dipandu
seorang psikolog -Mbak Hesti namanya-, dalam dialog Mbak Hesti
menyimpulkan bahwa segala hal yang memancing perasaan marah kita
berakar pada tidak tercapainya harapan-harapan kita. Seringkali
tidak tercapainya harapan-harapan ini menimbulkan reaksi negatif
seperti perasaan kesal, berkata kasar, bad mood hingga -kasarnya-
ngamuk.
Nah dari sinilah kita tahu bahwa ada sejenis "energi" yang apabila
kita dapat alihkan maka ia menjadi semacam energi positif yang
bersifat konstruktif, seperti adjie yang kalau kesal terkadang
memilih untuk bersih-bersih kamar atau Ana yang menyimpan perasaan
kesal terhadap seseorang dan mengubahnya menjadi energi untuk
mengubah dirinya menjadi lebih baik lagi. Selain pengalihan kita
juga bisa mengupayakan mengatasi rasa marah dengan mengenali sumber
kemarahan dan berupaya meredamnya, misalkan jika kita memiliki
harapan yang terlalu tinggi kita bisa mengatasinya dengan mengurangi
harapan tersebut.
Upaya mengatasi rasa marah pada intinya terpulang pada diri kita,
bagaimana kita mau untuk mengubah "mindset" atau cara pandang kita
terhadap suatu masalah.