Hari ini ke acaranya MQTV... Semalam Bersama Rasul, buat bantu-bantu ngebagiin brosur. Rencana semula sih mau motret buat liputan tapi karena nggak dapat pinjeman kamera digital ya nggak jadi. Sempet kaget juga waktu ketemu Mas Novi, ternyata biar MQC, Event MQ ataupun MQTV kalau bikin event ya pake dia juga hehehe... jadi ya sama aja!
Pas ditengah acara seperti biasa gue gloomy lagi, rasanya gue belum bisa bikin sesuatu yang besar seperti itu... "orang udah bisa bikin kayak gini ari urang kapan?" gitu kira-kira. Pas ngobrol dengan Kang Hendra, ia ngingetin bahwa jauh sebelum MQTV kita pernah bikin acara yang besar seperti ini waktu jamannya MQC. Cuma Kang Hendra mengibaratkannya kalau dulu MQC saat masa perintisan atau seperti Indonesia tahun 1945, sementara MQTV saat jaya-jayanya Indonesia di tahun 1980-an. BTW bagaimanapun saya tetapa harus bersyukur walau saat ini kami jauh dari popularitas dan tidak dalam lingkar orang-orang yang "terpandang" disini. Tapi setidaknya saya harus bangga karena saya termasuk dalam lingkarannya orang yang merintis... dan saat ini alangkah tidak baik menyesali hari ini atas kondisi yang Allah karuniakan saat ini. Tapi sudah selayaknya saya terus maju dan terus berkarya tanpa memikirkan hal-hal kecil yang mengganggu. Don't Sweat a Small Stuff! It's a small thing anyway :)
Wednesday, April 13, 2005
Monday, April 11, 2005
Opa Michael S. Sanggurdi

Hari ini kami bertujuh, juga Luki dan 2 temennya datang ke seminar HP "Digital Life" yang bagi saya jauh lebih menarik dilihat dari sisi bisnisnya ketimbang materi yang disampaikannya, soalnya... jualan abis! Saya amati dari sisi materi, bentuk dan jalannya acara berikut pengisi acara (yang dalam banyak hal saya yakin Michael Sanggurdi yang mengisi semuanya) saya yakin EO itu hanya butuh lima orang saja untuk menjalankan acara, karena acaranya begitu sederhana dan melimpah sponsor! Jadinya peserta pulang dengan perut kenyang serta mendapat banyak item untuk dibawa pulang. Semua orang diuntungkan... HP diuntungkan karena alatnya diekploitasi habis jadi bikin kita.... kepengen hehehe. Terus peserta dengan Rp 40.000,- sudah dapat makan enak, materi bagus dan dapat sertifikat dari HP sementara EO-nya jelas untung karena sponsor tunggal HP pasti bayar mahal karena pesertanya adalah "Heavy User" , sebut aja diantara kami bertujuh Adi, Taryan dan Agus jelas akan menaruh minat pada programming, server serta solusi jaringan yang ditawarkan HP, Gue tertarik pada kamera serta printernya yang ok punya, sementara Kang Indra bisa jadi tertarik pada Ipaq yang bisa membantu mobilitas redaksi, Kang Edy punya bahan untuk ngobrol dengan klien jika yang bersangkutan bertanya tentang IT... Kang Dony? sisi bisnis dari inves peralatan dong! BTW semua diuntungkan, sedikit pengeluaran dengan efektivitas promosi (lewat milis bayangin!) juga hemat Sumber Daya Manusia... sepertinya kekuatannya ada pada lobi Opa Michael S. Sanggurdi, ini yang harus dipelajari...
Tuesday, April 05, 2005
Bumi Dipijak, Langit Dijunjung
Pagi-pagi anak-anak kosan udah ngamuk... bisalah pemicunya penghuni kamar 7. Dia kali ini berulah lagi, kalau kemarin-kemarin jemuran anak-anak yang kebetulan masuk wilayahnya disiram air, dilempar ke tanah, atau diinjak-injak kali ini jemuran Kang Wawan dikasih kotoran (yup that's a real shit!). Kang Muslimin sebagai orang yang dipercaya mati-matian menenangkan anak-anak agar nggak main kekerasan. Tapi bagaimanapun emosi anak-anak sudah terlanjur naik, semua (sepertinya begitu...) udah sepakat untuk ngusir. Sebenarnya masalahnya kecil ya? Hanya nggak mau bergaul dan nggak mau berinteraksi dengan tetangga tapi ternyata efeknya besar. Benar kata pepatah dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung... kita disini sudah seperti keluarga, tapi anehnya ada satu orang datang dan ingin menerapkan peraturannya sendiri... dia membuat garis batas yang tidak boleh dilanggar, membuat peraturan dan etika sendiri bahkan menetapkan jenis hukuman yang pantas bagi pelanggarnya. Dia tidak berhitung bahwa ia adalah orang baru dan ketika ia masuk dalam komunitas maka ia harus mematuhi peraturan dan etika dikomunitas tersebut. Tidak mengindahkan atau menghina aturan yang ada membuat kita akan di "hukum" oleh komunitas tersebut.
Kasus ini adalah pelajaran berharga, buat penghuni kamar ke tujuh, anak-anak dan gue sendiri... pelajaran untuk bersosialisasi dan bertetangga.
Kasus ini adalah pelajaran berharga, buat penghuni kamar ke tujuh, anak-anak dan gue sendiri... pelajaran untuk bersosialisasi dan bertetangga.
Subscribe to:
Posts (Atom)

