Tuesday, April 05, 2005

Bumi Dipijak, Langit Dijunjung

Pagi-pagi anak-anak kosan udah ngamuk... bisalah pemicunya penghuni kamar 7. Dia kali ini berulah lagi, kalau kemarin-kemarin jemuran anak-anak yang kebetulan masuk wilayahnya disiram air, dilempar ke tanah, atau diinjak-injak kali ini jemuran Kang Wawan dikasih kotoran (yup that's a real shit!). Kang Muslimin sebagai orang yang dipercaya mati-matian menenangkan anak-anak agar nggak main kekerasan. Tapi bagaimanapun emosi anak-anak sudah terlanjur naik, semua (sepertinya begitu...) udah sepakat untuk ngusir. Sebenarnya masalahnya kecil ya? Hanya nggak mau bergaul dan nggak mau berinteraksi dengan tetangga tapi ternyata efeknya besar. Benar kata pepatah dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung... kita disini sudah seperti keluarga, tapi anehnya ada satu orang datang dan ingin menerapkan peraturannya sendiri... dia membuat garis batas yang tidak boleh dilanggar, membuat peraturan dan etika sendiri bahkan menetapkan jenis hukuman yang pantas bagi pelanggarnya. Dia tidak berhitung bahwa ia adalah orang baru dan ketika ia masuk dalam komunitas maka ia harus mematuhi peraturan dan etika dikomunitas tersebut. Tidak mengindahkan atau menghina aturan yang ada membuat kita akan di "hukum" oleh komunitas tersebut.
Kasus ini adalah pelajaran berharga, buat penghuni kamar ke tujuh, anak-anak dan gue sendiri... pelajaran untuk bersosialisasi dan bertetangga.

No comments: