Bandung lagi dingin akhir-akhir ini, memang gitu sih kondisi bandung setiap bulan Juni-Juli dingin membeku... brrr! Tadinya senang-senang aja soalnya sebelumnya suhu udara di Bandung selalu panas, padahal dari dulu yang namunya Bandung terkenal dengan udaranya yang sejuk. Ini juga yang menjadi salah satu alasan kenapa Belanda sempat berfikir untuk memindahkan ibukota Hindia Belanda kesini.
Tapi seiring dengan perjalanan waktu penduduk Bandung semakin bertambah, iklimnya yang nyaman telah mengundang banyak pendatang termasuk saya untuk datang, mencari penghidupan dan tinggal disini. Akibatnya penghuni semakin bertambah, dan ini membawa konsekuensi pada pembukaan lahan untuk tempat tinggal, bertambahnya jumlah kendaran bermotor dan hasil buangan para penguhinya yang termasuk konsumtif. Ditambah lagi saat ini setelah dibukanya jalur tol Cipularang, jangan harap deh yang tinggal di Bandung bisa menikmati weekend yang tenang. Hampir seluruh jalan di atau menuju tempat wisata macet total sebagai akibat melubernya mobil-mobil berpelat B. Tapi mau bagaimana lagi mereka-mereka juga yang membuat perputaran uang di Bandung semakin cepat, dan walhasil membuka lapangan-lapangan kerja baru buat orang-orang Bandung sendiri. Dalam hal ini seorang teman pernah bilang rata-rata transaksi perorang di Bandung mengalami peningkatan saat weekend. Itu bisa sampai dua kali lipat dari hari-hari biasa, kesimpulan itu diambil sekitar 2 atau 3 tahun lalu ketika jalur Cipularang belum dibuka, entah sekarang bisa jadi menjadi jauh lebih besar.
Kembali ke masalah iklim, segala permasalahan tadi ternyata juga terkait dengan kondisi geografis kota Bandung itu sendiri yang berupa cekungan. Kata sorang teman yang jebolan Geologi ITB-nih bentuk cekungan menyebabkan panas tidak bisa keluar hingga ia terkumpul dan membuat makhluk-makhluk di dalam cekungan kegerahan, namun kalau malam tiba barulah udara panas itu bisa keluar. Makanya meskipun siang harinya panas, malam tetap dingin di Bandung. Tapi khusus bulan Juni dan Juli udara di Bandung menjadi lebih dingin lagi entah kenapa, apakah terkait dengan iklim global atau pergerakan bumi. Tapi yang jelas saat ini yang namanya angin atau flu mulai rajin berkunjung, mungkin hal ini turut diundang oleh hujan yang kerap turun di sore hari. Entahlah yang jelas udara seperti ini mengingatkan saya ketika hari-hari pertama menginjakan kaki di stasiun Bandung sekitar 3 atau 4 tahun yang lalu, yang saya ingat saat itu udara juga lagi dingin...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment