
Kali ini klab desain meniru kegiatan klab nonton di tobucil, kita kususkan pertemuan kali ini dengan menonton. Tapi tentu saja yang kita tonton bukannya film atau sejenisnya tapi justru rekaman acara televisi luar yang membahas desain sebagai pemecahan masalah. Acaranya sendiri ada dua sesi masing-masing dibagi berdasarkan rekaman yang ditonton, yang pertama kita disuguhkan design makes better yang mencoba memecahkan tantangan troly di Sainsburry (sebuah supermarket di Inggris). Disana tim desain mencoba menemukan troly yang lebih baik dalam hal pengendalian. Kita bisa saksikan betapa seriusnya tim desain merancang, mencoba, mengevaluasi, kemudian merancang kembali dan akhirnya memproduksi model untuk dipresentasikan ke klien.
Dari sini dialog bergulir, kita semua melihat betapa seriusnya tim desain dalam memecahkan masalah. Pemecahan masalah bahkan membawa tim desain untuk mencoba mobil sport dan kemudian menerapkan hasilnya untuk pergerakan troly rancangan mereka. Hampir semua desainer yang hadir merasa hal seperti itu di Indonesia jarang ditemukan. Seringkali malah tidak ada waktu yang cukup untuk merancang sampai final, desainer di Indonesia masih "client driven" terserah apa kata klien. Parahnya terkadang keputusan klien justru terpengaruh oleh orang yang terkadang kurang berkepentingan seperti istri atau saudara.
Belum lagi masalah-masalah klasik internal seperti hubungan desainer dengan marketing ataupun desainer dan produksi yang bak musuh bebuyutan. Ataupun hubungan majikan dan desainer yang bekerja dibawahnya mengenai side job juga sempat dikemukakan oleh Kang Jammy yang juga seorang pemilik perusahaan desain di Bandung.
Permasalahan-permasalahan seperti inilah yang justru tergali dalam diskusi kali ini, mungkin karena sebagian besar yang hadir adalah mereka yang berprofesi desainer dan sebagian lagi bussiness owner. Jadinya pertemuan kali ini malahan menjadi seperti ajang curhat. Namun justru hal-hal seperti ini positif bagi yang hadir, kita bisa belajar dari pengalaman-pengalaman orang lain, pengalaman-pengalaman yang tidak bisa kita dapatkan di bangku kuliah.


No comments:
Post a Comment