Hari pertama bimbingan pranikah, yang lagi-lagi isinya motivasi dan motivasi. Saya mendapatkan sebuah kenyataan di kalangan muslim kontemporer dan keindahan dari Islam. Hal ini bisa saya dapatkan dari uraian-uraian pemateri yang pada akhirnya juga mengungkap kenyataan yang ada di kalangan muslim saat ini. Contohnya saja Ust. Darlis Fajar yang mngungkap pergeseran makna taaruf dari perkenalan biasa menjadi pacaran, ataupun ada kasus tentang 3 orang akhwat yang mengadu ke salah satu pemateri karena tiga-tiganya dijanjikan akan dikitbah oleh seorang ikhwan yang sama. Playboy? bisa jadi, cuma kostumnya aja beda :) Disini bisa terlihat betapa sesungguhnya aturan Islam yang indah diambil simbol-simbolnya, dikaburkan maknanya dan kemudian dipopulerkan ke masyarakat. Kita bisa melihat disini sudah mulai masuk proses komodifikasi seperti yang juga terjadi pada simbol-simbol kiri (seperti ikon Che Guevara). Kalau saya pribadi sih kalo jalan bareng dengan seorang wanita akan lebih nyaman bilang "pacaran" daripada "ta'aruf"... yah setidaknya nggak bohong lah :)
Tapi disinilah hubungan tanpa status yang jelas kembali mewujud dalam istilah yang baru, dan si pelaku terkadang merasa aman berlindung di balik istilah tersebut. Contohnya saja ada ikhwan yang menjanjikan kitbah untuk empat tahun kedepan, coba dipikir... untuk apa? Mungkin buat laki-laki dalam masa empat tahun itu ia bebas melakukan apa saja, bahkan mungkin dia akan bertemu perempuan lain dan berubah pikiran. Tapi bagaimana perempuannya? Apalagi yang tipikal keislamannya cukup baik, setahu saya perempuan akan benar-benar menunggu dalam masa itu. Jadi apabila dibatalkan tentunya akan terasa sakit banget buat si perempuan. Memang itu sifat laki-laki kali ya? Sama seperti tingkah laku para "pejantan" lain, coba perhatikan kucing. Kalau datang di suatu tempat pasti akan di endus-endus dan kemudian dikencingi sebagai tanda wilayah miliknya. Padahal siapa yang punya? di kosan Riyanto sampai misuh-misuh karena roda motornya bau pesing hehehe...
Dominasi itu karakter pria, ia cenderung ingin mengklaim sesuatu itu miliknya dan diakui walau terkadang tidak melalui prosedur yang benar. Seperti contoh di atas, ikhwan tadi ingin "memiliki" dan diakui hak miliknya (artinya= jangan diganggu itu punya gue!) tapi ia sendiri tidak mau terikat penuh. Mungkin janji itu hanya sebatas "pengaman" bagi hak dia tanpa memikirkan hak orang lain, jadi jika ia ingin berpindah kelain hati ia bisa segera melepas "pengaman" itu tanpa merasa berat... toh hanya buat jaga-jaga kalau nggak dapat yang lain!
Disini kelebihan Islam yang mengatur agar yang seperti itu tidak terjadi, ada koridor yang mengatur sampai batas taaruf yang diperbolehkan. Ambil saja makna katanya yang artinya berkenalan, boleh aja berkenalan dan berteman dengan siapapun... namun kalau ingin hubungan yang lebih serius jalurnya pernikahan dan gerbangnya kitbah. Lalu bagaimana prosedur kitbah? Ya setidaknya datang bersilaturahmi ke rumah orang tuanya bertemu dan meminta kesediaan si perempuan. Jika sudah bersedia tentu ada rentang waktu antara kitbah dan nikah, ya bisa sehari sampai beberapa bulan (tentu saja disarankan untuk tidak terlalu lama). Nah pada masa ini kedua orang tadi harus saling menjaga, jadi nggak sembarangan! Terlihat kan kedua belah pihak diakomodir secara baik? Yang pria bisa meneruskan kebiasaannya mengklaim sesuatu "miliknya" tapi si wanita nggak di "ambangin".
Yang lain tentunya ada, cuma sayangnya hanya sedikit yang saya ingat, kebanyakan hanya kata-kata berkesan seperti ceritanya Teh Mimin yang menjelaskan pengalaman saya yaitu "Kalau kita sudah punya keinginan dan niat baik jangan takut, maju saja karena Allah pasti akan turun tangan untuk membantu kita", yang menjadi hambatan bagi kita untuk berbuat biasanya ada di awal... rasanya berat banget. Tapi kalau kita sudah mulai satu langkah saja maka sisanya akan menjadi mudah. Wallahu'alam bishawab.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


2 comments:
Dear Blogger,
Saya tertaril dengan postingnya. Kalau boleh minta informasi, dimana kita bisa mengikuti bimbingan pranikah seperti yang diceritakan?
Lokasi kami di Jakarta.
Terima kasih
Wasalam
Ini acara sewaktu saya masih bekerja di MQ dan berdomosili di Bandung, setahu saya Muslimah Centre selalu membuat acara ini secara teratur. Maaf saya nggak terlalu banyak membantu karena saya pun sudah tidak bekerja disana dan sudah seperti Anda... berlokasi di Jakarta.
Salam.
Post a Comment