Saturday, August 20, 2005

Spot yang lebih jujur di Ciwalk

Image hosted by Photobucket.com
Pernah ke Ciwalk? Ciwalk atau Cihampelas Walk adalah mall dengan konsep baru di Bandung, open air mall kalau nggak salah. Jadi Ciwalk adalah mall yang didesain khusus agar memiliki ruang-ruang yang terbuka sehingga pengunjung akan merasa tidak berada didalam sebuah mall tapi seperti berada dikompleks pertokoan yang ditata lengkap dengan taman-tamannya. Sounds good? belum! Kalau kita kesana Ciwalk tidak benar-benar terbuka, kita masih berada dalam sebuah lingkungan yang sangat berbeda dengan keadaan sebenarnya, atmosfer buatan sebagai ciri khas mall masih terasa. Terus terang saya merasa bukan berada di Indonesia saat jalan di Ciwalk, ambil contoh nama jalan yang digunakan selalu menggunakan imbuhan belakang street dan bukan jl. didepannya (eg. young street etc) bahkan ada satu restoran bergaya Italia yang menyediakan satu tempat parkir khusus bagi pengguna Harley.

Kerasa rada Fake ya? Kalau ingin menikmati satu spot yang lebih jujur tentang Bandung -masih di area Ciwalk- cobalah keluar ke area parkir terutama dikala sore menjelang malam. Disana kita akan bisa melihat dua ikon bandung dari dua masa yang berbeda yaitu jalan layang Cikapayang dengan tiang penyangganya yang khas dan satu lagi adalah kolam pemandian Tjihampelas. Cikapayang yang mewakili Bandung modern dibangun dan selesai saat peringatan 50 tahun Konferensi Asia Afrika yang lalu, sementara pemandian Tjihampelas adalah satu dari beberapa pemandian yang dibangun pada masa kolonial yang masih ada.
Pada masa keemasannya -menurut buku Bandoeng Tempo Doeloe- pemandian Tjihampelas masih suka dikunjungi oleh ular dan kodok dari sekitar pemandian. Sungai didekatnya pun masih ada, walau kini disisinya dibatasi oleh perumahan penduduk yang padat dan juga tidak bisa dikatakan mewah. Namun justru saat malam telah turun lampu-lampu dari perumahan ini membuat pemandangan jadi lebih indah, lepas mata memandang lampu-lampu ini bertaburan sementara langit biru tua diatasnya ditambah dengan udara dingin Bandung dan suara air sungai mengalir.

Rasanya sulit diungkap dengan kata-kata, saat itu hanya rasa yang bicara... tadi juga ada seseorang yang duduk disana dengan secangkir kopi, cuek aja seolah nggak ada orang lain didunia ini...
Mungkin bagus juga untuk duduk disana dengan segelas moccacino ditemani satu dua teman akrab, ngobrol sambil menunggu sunset dan hari berganti malam.

1 comment:

Anonymous said...

coba ada fotonya juga....