
Bangun pagi dengan perasaan aneh, terus cabut aja ke Tasik. Rada sadar pas di bis, eh ngapain gw ke Tasik? Padahal sejauh-sejauhnya pergi cuma ke Singaparna itupun karena undangan nikah dari Pak Dudung dan Pak Ali.
4 jam diperjalanan akhirnya sampai juga di Tasik, sholat Jum'at dulu di masjid dekat terminal Cilembang lalu dimulailah petualangan di kota Tasik. Sempat khawatir juga kalau-kalau bakal tersesat di sana, tapi setelah sampai rasanya nggak juga. Kotanya kecil juga kalah ramai dengan Bandar Lampung, tapi kira-kira beginilah BL waktu saya SMP-SMA, nggak pernah macet, masih banyak pohon dan menyenangkan.
Oh iya ada yang juga hampir sama dengan BL, bakso! Disini banyak kedai bakso ketimbang restoran cepat saji, mungkin masyarakat sini juga suka makan bakso kali ya? Sempat juga mencoba bakso disini yang kata Didie enak banget (tapi rasanya nggak lebih enak dari bakso buatannya Mas Yanto di depan kantor DPU) mungkin gw salah tempat makan kali :)
Berputar-putar nggak tentu arah akhirnya bisa menemukan juga masjid agung Tasik, yang kata Kang Hendra sih masjidnya bagus. Dan ketika saya sampai disana... ya memang bagus! Arsitekturnya unik, ada beberapa bagian yang mengingatkan pada masjid Baiturrahman di Aceh selebihnya dengan 4 menara mengingatkan pada Hagia Sophia di Turki, tapi atap limasnya rasanya lebih modern. Mungkin perpaduan antara klasik dan modern, Wallahua'alam. Tapi yang jelas gw jadi banyak bergerak buat motret dan yang dipajang disini salah satunya, rada dramatis karena sedang agak mendung. Meski tujuan utama tidak terpenuhi tapi rasanya nggak rugi sudah berada disini, setidaknya wawasan gw saat ini bertambah dengan satu kota lagi.


3 comments:
tasik...tasik...tasik...kenapa kamu nggak telepon aku ?
lha ente siapa? trus kudu nelpon kemana? sama aja dengan kemarin kalau nggak tau hehehe... btw gw masih penasaran dengan pusat kerajinannya sama kampung naga, dua itu yang belum ketemu caranya bisa kesana. Thx anyway!
Post a Comment