Tapi nggak sia-sia banget kedatangan gw, setidaknya gw bisa menikmati pameran fotonya OQ dengan lebih leluasa... yups! Pas gw datang pamerannya udah tutup karena hanya dari jam 11:00-18:00, tapi karena kenal dengan mbak tarlen dan kebetulan pintunya nggak dikunci ya gw bisa masuk (^_^)v

Cuma ada sekitar 15-an foto, difoto dengan kamera Haselblad (makanya fotonya bujursangkar) semua hitam putih dan dengan teknik yang rada aneh, rata-rata foto yang ditampilkan blur. Tapi uniknya efek blur yang dihasilkan asik banget! Asli bukan foto salon, OQ juga nggak "ber-gimmick ria" mengumbar teknik. Setiap foto yang saya lihat -entah kenapa- terasa kuat, aura yang tertangkap rada gloomy. Kalau bisa dibandingkan dengan musik mungkin seperti radiohead, lain band ataupun the milo. Lagipula OQ juga mengangkat sisi-sisi manusia yang sanggup bertahan dalam himpitan perubahan jaman yang serba cepat. OQ menamakan orang-orang tersebut "bukan orang biasa" yang menjadi tajuk dalam pameran perdananya ini.
Dalam obrolan dengan Mas Heru yang kebetulan ada disana, karya OQ ini hanya bisa terasa sulit bagi orang yang memahami fotografi. Sebagian pengunjung meremehkan foto yang menurut mereka dihasilkan dengan manipulasi digital, tapi nggak kata Mas Heru. Foto-foto itu dihasilkan dengan teknik manual, bahkan cetaknya -yang saya kira semula cetak digital- ternyata cetak manual disatu tempat cetak foto BW di daerah Kemang Jakarta. Saya malah sempat berfikir bagaimana ada orang yang bisa begitu merendahkan, kalau pernah belajar foto pasti tahu untuk mendapatkan satu foto biasa yang tajam saja sulitnya minta ampun. Apalagi blur yang asik! Itu perlu pengetahuan teknik, pengenalan kamera juga faktor "luck".
BTW salut banget buat OQ yang berdedikasi penuh sampai-sampai dia rela menjual salah satu lensanya buat membiayai pamerannya ini. Kalau ada yang ingin lihat pamerannya masih kok:
BUKAN ORANG BIASA
karya OQ
27 Sept-10 Okt 2005
11:00-18:00
common room
kyai gede utama 8 bandung


No comments:
Post a Comment