Friday, September 30, 2005

Bukan orang biasa

Rencana mau ikutan klab desain, apa daya nggak ada yang datang :)
Tapi nggak sia-sia banget kedatangan gw, setidaknya gw bisa menikmati pameran fotonya OQ dengan lebih leluasa... yups! Pas gw datang pamerannya udah tutup karena hanya dari jam 11:00-18:00, tapi karena kenal dengan mbak tarlen dan kebetulan pintunya nggak dikunci ya gw bisa masuk (^_^)v

Image hosted by Photobucket.com
Cuma ada sekitar 15-an foto, difoto dengan kamera Haselblad (makanya fotonya bujursangkar) semua hitam putih dan dengan teknik yang rada aneh, rata-rata foto yang ditampilkan blur. Tapi uniknya efek blur yang dihasilkan asik banget! Asli bukan foto salon, OQ juga nggak "ber-gimmick ria" mengumbar teknik. Setiap foto yang saya lihat -entah kenapa- terasa kuat, aura yang tertangkap rada gloomy. Kalau bisa dibandingkan dengan musik mungkin seperti radiohead, lain band ataupun the milo. Lagipula OQ juga mengangkat sisi-sisi manusia yang sanggup bertahan dalam himpitan perubahan jaman yang serba cepat. OQ menamakan orang-orang tersebut "bukan orang biasa" yang menjadi tajuk dalam pameran perdananya ini.

Dalam obrolan dengan Mas Heru yang kebetulan ada disana, karya OQ ini hanya bisa terasa sulit bagi orang yang memahami fotografi. Sebagian pengunjung meremehkan foto yang menurut mereka dihasilkan dengan manipulasi digital, tapi nggak kata Mas Heru. Foto-foto itu dihasilkan dengan teknik manual, bahkan cetaknya -yang saya kira semula cetak digital- ternyata cetak manual disatu tempat cetak foto BW di daerah Kemang Jakarta. Saya malah sempat berfikir bagaimana ada orang yang bisa begitu merendahkan, kalau pernah belajar foto pasti tahu untuk mendapatkan satu foto biasa yang tajam saja sulitnya minta ampun. Apalagi blur yang asik! Itu perlu pengetahuan teknik, pengenalan kamera juga faktor "luck".
BTW salut banget buat OQ yang berdedikasi penuh sampai-sampai dia rela menjual salah satu lensanya buat membiayai pamerannya ini. Kalau ada yang ingin lihat pamerannya masih kok:
BUKAN ORANG BIASA
karya OQ
27 Sept-10 Okt 2005
11:00-18:00
common room
kyai gede utama 8 bandung

Sunday, September 25, 2005

Mystical Bride

Image hosted by Photobucket.com

Chip Foto-Video edisi Agustus/September 2005, satu dari tiga Photo OF The Month Contest.
Alhamdulillah...

Wednesday, September 21, 2005

Dari Hati

CLUBEIGHTIES

andai engkau tahu
bila menjadi aku
sejuta rasa dihati
lama tlah kupendam
tapi akan kucoba mengatakan

reff:
ku ingin kau menjadi milikku
entah bagaimana caranya
lihatlah mataku untuk memintamu
ku ingin jalani bersamamu
coba dengan sepenuh hati
ku ingin jujur apa adanya
dari hati

kini engkau tahu
aku menginginkanmu
tapi takkan kupaksakan
dan kupastikan
kau belahan hati bila milikku
reff

menarilah bersamaku dengan bintang-bintang
sambutlah diriku untuk memelukmu
reff:
------------------------------------------------------------------------------------
Selain lagu-lagu soundtrack-nya janji Joni dan Ten2Five sekarang lagu ini lagi jadi fave buat didengerin di kantor.

Tuesday, September 20, 2005

Quotes of the day

"Jodoh itu kayak rejeki, nggak bakalan datang kalau nggak dijemput. Tapi kalau memang sudah saatnya datang ya datang."
dialog cheung_abdurahman dengan abanggeh disuatu ketika di dunia cyber

Sunday, September 18, 2005

Kemilau nusantara

"Ji di Pusdai lg ada acara kemilau nusantara edan rame bgt kontingen semua propinsi ada. lu bs foto2 ji. skrg sih masih persiapan pd latihan. eddy."

Image hosted by Photobucket.com
Sms Abang pagi-pagi membangunkan saya yang sedang tidur nyenyak, hehehe gw lagi kumat tidur malemnya (dan otomatis bangun siangnya). Males-malesan saya bales dengan pesan singkat "ntar dah rada siangan gw mau nerusin tidur", namun dua telepon berturut-turut dari Abang mau nggak mau memaksa saya berfikir "seheboh apa sih acaranya". Dengan bergegas, persiapan pagi sekadarnya saya berangkat dengan membawa Camedia C-150.

Sesampainya disana... edan! Gw nyesel nggak persiapan lebih serius, momentnya nggak bisa dikejar dengan kamera pocket gw. Apalagi kesenian dari Jawa Barat... sangat dinamis banget dan cepat, mungkin kalau bawa K1000 gw masih bisa ngejar tapi sayangnya gw cuma bawa pocket Olympus. Ya sudah, gw harus berfikir dua kali lebih keras dari orang lain dengan peralatan lengkap. Jadi saya lebih mengamati detail kostum, perlengkapan dan sejenisnya daripada berusaha setengah mati ngejar moment.
Kebetulan pas gw datang, kontingen yang tersisa terbanyak dari Jawa Barat ya udah gw keliling aja. Kostumnya unik-unik dan kaya warna, merah, biru, kuning dan beberapa warna terang lainnya, buat saya yang terbiasa dengan warna-warna tua khas Jawa serta motif-motif geometrik khas Lampung, pernak-pernik ini sangat menarik. Ada kostum penari yang terdiri dari 2 warna utama biru dan pink -sayang banget nggak bisa motretnya- detil bordir dan batiknya asik banget, entah kesenian dari mana gw lupa.
Juga tadi sempat kaget juga ngeliat ada motif awan dari kesenian Cirebon, yang saya tahu persis itu motif awan Cina. Mungkin juga kebudayaan sini terpengaruh oleh budaya dan senirupa Cina dimasa lalu dan menurut Taryan motif awan seperti itu juga ada di Ciamis. Saya pikir mungkin juga motif ini berpengaruh luas di daerah-daerah lain di Jawa Barat soalnya Logo Jawa Barat pun mengikuti patern dari motif Cirebon ini.

Banyak hal-hal lain yang didapat dari acara ini, dan gw beruntung banget bisa menyaksikan dan memotret meskipun nggak banyak. Kebetulan juga kok yang gw dapet kebanyakan kesenian Jawa Barat... apakah.... (nah gw kumat lagi jawanya). Mungkin karena orang jawa serba teratur kali ya, sampai-sampai orang Jawa menetapkan (atau tepatnya menemukan) keteraturan kosmologis alam. Sampai-sampai suatu peristiwa -tidak bisa tidak- akan selalu ada tanda-tanda yang menyertainya. Contoh paling otentik adalah Astrologi Jawa yang lebih dikenal dengan Pranoto Mongso, dan contoh yang paling gamblang adalah pratanda... semua peristiwa selalu dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya. Jadi ingin tahu apakah di kebudayaan sunda ada juga sejenis itu, yang saya tahu sampai hari ini orang sunda hidup dengan menjaga keharmonian dengan alam. Wallahu'alam rasanya ini jadi PR pribadi nih, dan mungkin sebagai langkah awal gw harus baca buku "Era Baru" yang karangan orang Jepang di rumah buku.

*kok endingnya jadi nyasar gini sih :)

Saturday, September 17, 2005

Teawalk @ Setiabudhi

Gw teawalk malam ini, bukannya teawalk dalam artian umum yaitu jalan-jalan diperkebunan teh di Ciater atau Ciwidey. Gw cuma jalan disepanjang jalan Setiabudhi sambil minum teh kotak, tepatnya dari Borma sampai ke gerlong. Nggak terlalu jauh sih, ya lumayanlah kalau sekedar ngeluarin keringat mah :) Jalan kayak gini sebenarnya sudah menjadi semacam tradisi buat gw kalau lagi bete atau lagi "blank" kebetulan hari-hari terakhir ini gw bete, ya udah gw jalan aja.

Ngomong-ngomong soal jalan disepanjang jalan Setiabudhi gw jadi inget waktu-waktu pertama gw kenal Tobucil, komunitas art dan buku di kota Bandung ini... ya dari jalan disepanjang Setiabudhi ini. Sewaktu pertama di Bandung gw denger majalah desain dan art (yang terakhir gw baru tahu kalau lebih tepat disebut Lifestyle) yaitu Troley magz. Nah dari informasi yang gw dapet ada beberapa spot tempat troley ini bisa didapat, ada sekitar 2 (atau 3) spot di setiabudhi yaitu Monik dan warnet biru, dan karena gw belum tau daerah sini gw sengaja jalan dari gerlong dan dapet-dapetnya ternyata di warnet biru. Warnet biru ini letaknya cukup jauh... di seberang McDonald Setiabudhi atau seratusan meter lagi dari Cihampelas!

Image hosted by Photobucket.com
Tapi gw nggak kecewa, Troley dengan cover ilustrasi tokoh komik buatan Indonesia "Caroq" dengan gaya Marvel akhirnya berada ditangan. Dan dari majalah itulah gw kenal Trimatra, Pasarbuku Bandung (sekarang Tobucil), Gustaf, Tarlen, komunitas art, film dan buku. Sampai hari ini gw masih tetap menjalin persahabatan dengan mereka atau mungkin sekitar empat tahun ya, hampir setua persahabatan gw dengan orang-orang DT dan MQ. Mungkin disinilah alasannya kenapa gw agak berbeda dengan orang-orang yang disini :)
Ya semua orang berubah, berkait dengan kesempatan dan pilihan yang ia pilih. Gw memilih seperti ini dan inilah konsekuensi dari pilihan gw... dan terkadang gw ngerasa saat-saat terakhir ini adalah satu titik nadir dalam kehidupan gw. Bisa lebih baik atau lebih buruk tergantung pada bagaimana gw bersikap terhadap masalah ini.

Thursday, September 15, 2005

Pilihan dan kesempatan

Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai,
Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat,
Itulah kesempatan.

Ketika engkau bertemu dengan seseorang yang
membuatmu tertarik,
Itu bukan pilihan, itu kesempatan.

Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan
Itu pun adalah kesempatan

Bila engkau memutuskan untuk mencintai orang tersebut,
Bahkan dengan segala kekurangannya,
Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan.

Ketika engkau memilih bersama dengan seseorang
Walau apapun yang terjadi
Itu adalah pilihan

Bahkan ketika kau menyadari
Bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik,
pandai, dan kaya daripada pasanganmu
Dan engkau tetap memilih untuk mencintainya,
Itulah pilihan

Perasaan cinta, simpatik, tertarik
Datang bagai kesempatan pada kita
Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan.
Pilihan yang kita lakukan.
------------------------------------------------------------------------------------
Tulisan ini dikirimkan oleh seorang teman, karena saya anggap menarik maka ditampilkan di blog. Agak mengena juga saat awal-awal baca, mungkin karena hal seperti ini begitu dekat dengan keseharian kita. Terkadang kita menyia-nyiakan begitu banyak kesempatan karena kita sudah merasa memiliki pilihan, tanpa sadar sebuah pilihan itu ternyata juga hanyalah satu kesempatan.

Atau mungkin juga kita takut menghadapi kemungkinan yang ada di depan, karena seperti layaknya kesempatan adalah pintu menuju masa depan dan dunia yang berbeda. Sehingga kita mencoba mencari jalan yang aman-aman saja dan bisa kita perkirakan saat ini, namun siapa yang bisa memprediksi masa depan? Mr. Sayling Wen berkata kita tidak bisa memprediksi masa depan hanya bisa bersiap-siap menghadapai segala kemungkinan yang mungkin akan ada di depan.

Lalu? Justru saat ini saya baru sadar apa maksud dari hadist tentang 4 kriteria memilih calon pendamping, "Pilihlah wanita karena 4 perkara yaitu hartanya, kecantikannya, keturunannya atau agamanya. Namun pilihlah agamanya..." (saya agak lupa redaksionalnya, tapi intinya seperti itu). Tiga yang pertama adalah semacam jaminan untuk menghadapi masa depan, namun tiga hal itu tidak akan abadi. Justru kriteria yang terakhir yang punya potensi untuk lebih abadi, karena lebih menunjuk kepada sikap dan pandangan hidup atau dengan kata lain mentalitas. Mentalitas-lah yang membuat orang mampu menghadapi masa depan yang tidak dapat diduga. Jika orang kaya jatuh miskin, mentalitas entrepreneur-lah akan membuat dia bangkit kembali.
Kembali kepada kesempatan dan masa depan yang tidak dapat diduga, buang jauh-jauh ketakutan-ketakutan yang menghantui fikiran. Pertimbangkan resiko seperlunya dan berjalanlah!

Wednesday, September 07, 2005

Donor darah dong!

Image hosted by Photobucket.com
Hari ini saya jadi semakin tahu arti pentingnya setetes darah bagi manusia lain. Ini gara-gara ada adik salah satu orang kantor yang mengalami pendarahan saat bersalin, karena darah Abang O dan yang dibutuhkan kebetulan sama, maka Abang segera pergi ke kantor PMI. Saya kebetulan ikut, sekedar menemani dan untuk memotret... ya paling nggak buat stok foto redaksi.

Pak Levy sudah menunggu di kantor PMI di jalan Aceh, dan nampak sumringah ketika kami tiba (mungkin terbayang stok darah yang banyak ketika melihat badan Abang yang tidak langsing hehehe...). Sepeminum teh kemudian Abang pun sudah antri untuk diperiksa golongan darahnya dan tak lama antri juga untuk diambil darahnya. Disela-sela itulah saya dan Pak Levy berbicara banyak tentang susahnya mencari darah untuk adiknya, salah satu sebabnya ternyata adalah semua RS di Bandung mengambil darah di kantor PMI ini. Bahkan hingga RS di Ujung Berung pun jika mengambil darah harus kesini, belum lagi kalau persediaan darah sedang kosong. Harus dicari dulu, kemudian diseleksi dan terakhir harus diolah lagi agar steril. Jika pendonor datang jam 8 pagi untuk diambil darahnya, maka paling tidak jam satu siang baru darah tersebut bisa diambil. Kelambanan ini yang terkadang menjadi sebab pasien demam berdarah tidak tertolong jika wabah sedang berjangkit. Miris memang, entah kenapa RS-RS besar di Bandung tidak memiliki fasilitas pengolahan darah sehingga semua harus mengambil kesini. Apakah karena biaya investasi yang tinggi? Wallahu'alam tapi sejak hari ini pak Levy bertekad untuk teratur mendonorkan darahnya.

Dan saya sendiri? Ironis memang, ketika saya sudah tahu betapa pentingnya donor darah, tempat dan prosedurnya, kesaksian teman-teman yang mengatakan hanya sebentar dan tidak sakit... saya masih tetap takut dengan jarum! Padahal jarum ditancapkan hanya untuk lima menit, sementara jarum infus pernah menancap dipergelangan selama 4 hari, 24 jam nonstop! Jadi ketika ada permintaan darah golongan A datang sore ini untuk seorang santri MQ Guest House yang mengalami pendarahan di gusi... saya memilih untuk jadi orang yang terakhir :)

*PS:Ketakutan-ketakutan seperti ini yang selalu menghantui, padahal ini hanya ada difikiran saja. Jika kita berani mencoba dan memikirkan resiko seperlunya saya rasa kita akan bisa. Itu hikmah yang saya dapat hari ini :)

Tuesday, September 06, 2005

Andy Warhol quotes

"The most exciting thing is not doing it. If you fall in love with someone and never do it, it's much more exciting."
Andy Warhol

Dapet quotes yang lucu dari Andy Warhol... buat fun aja selebihnya bisa dibaca disini

Saturday, September 03, 2005

4 jam di Tasik

Image hosted by Photobucket.com
Bangun pagi dengan perasaan aneh, terus cabut aja ke Tasik. Rada sadar pas di bis, eh ngapain gw ke Tasik? Padahal sejauh-sejauhnya pergi cuma ke Singaparna itupun karena undangan nikah dari Pak Dudung dan Pak Ali.
4 jam diperjalanan akhirnya sampai juga di Tasik, sholat Jum'at dulu di masjid dekat terminal Cilembang lalu dimulailah petualangan di kota Tasik. Sempat khawatir juga kalau-kalau bakal tersesat di sana, tapi setelah sampai rasanya nggak juga. Kotanya kecil juga kalah ramai dengan Bandar Lampung, tapi kira-kira beginilah BL waktu saya SMP-SMA, nggak pernah macet, masih banyak pohon dan menyenangkan.
Oh iya ada yang juga hampir sama dengan BL, bakso! Disini banyak kedai bakso ketimbang restoran cepat saji, mungkin masyarakat sini juga suka makan bakso kali ya? Sempat juga mencoba bakso disini yang kata Didie enak banget (tapi rasanya nggak lebih enak dari bakso buatannya Mas Yanto di depan kantor DPU) mungkin gw salah tempat makan kali :)

Berputar-putar nggak tentu arah akhirnya bisa menemukan juga masjid agung Tasik, yang kata Kang Hendra sih masjidnya bagus. Dan ketika saya sampai disana... ya memang bagus! Arsitekturnya unik, ada beberapa bagian yang mengingatkan pada masjid Baiturrahman di Aceh selebihnya dengan 4 menara mengingatkan pada Hagia Sophia di Turki, tapi atap limasnya rasanya lebih modern. Mungkin perpaduan antara klasik dan modern, Wallahua'alam. Tapi yang jelas gw jadi banyak bergerak buat motret dan yang dipajang disini salah satunya, rada dramatis karena sedang agak mendung. Meski tujuan utama tidak terpenuhi tapi rasanya nggak rugi sudah berada disini, setidaknya wawasan gw saat ini bertambah dengan satu kota lagi.

Thursday, September 01, 2005

Cracking adjie's code

Ternyata adjie's code terlalu mudah dipecahkan, ada petunjuk-petunjuk yang katanya sangat gamblang dan mudah ditebak. Yang utama ada pada kata "dititipkan" yang menurut seorang teman merupakan kebiasaan orangtua daerah asal-nya, dan karena didalam geng-nya hanya dia yang berasal dari sana maka terurailah teka-teki yang saya susun. Rasanya bete ketika tiba-tiba ada seorang teman yang bertanya tentang berita di cyberMQ, pratanda dan uro-uro (istilah temuan Abang seputar pratanda) dan pertanyaan seputar orang yang dimaksud (yang sebenarnya sudah nggak perlu dijawab lagi).
Ternyata blog itu luar biasa, hanya sekedar menulis rutin di blog, kemudian terbaca redaksi dan kemudian ditulis ulang jadilah efeknya seperti sekarang. Bingung? Ya... gw sudah nggak bisa jaim lagi (^_^#)