Siang tadi Pak Ijal tanya, "sudah bikin SOP belum?"
"belum" jawab Sony, seorang desainer muda yang beranjak dewasa.
"belum? katanya mau bikin advertising yang bener? kemarin alasannya sibuk ngurusin milad, ngurusin kios internet lah... sekarang alasannya apalagi?"
"Ya saat ini kita sedang ngegarap beberapa produk, dan saat ini kita coba menerapkan advertising yang bener itu disini"
"Seperti apa itu?"
"Ya kita buat prosesnya dalam penggarapan kreatifnya"
"Terus..." sambung Pak Ijal sambil mengoret-oret white board.
"Kita coba mengumpulkan data meliputi konsumen, histori perusahaan, produk dan kompetitor"
"hmmm..."
"Kemudian kita coba mencari insight dari konsumen, setelah ketemu kita coba proses branding dan menemukan missing link dari proses komunikasi antara merek dan konsumen, dan itu adalah bahasa yang kita gunakan. Biasanya bahasa itu berupa value proposition"
Teman-teman kelas hari itu tertawa, Pak Ijal tersenyum... sambil tetap meneruskan coret-coretnya di white board. Bukan apa-apa Sony jarang berpenampilan dan mengeluarkan kalimat seserius tadi... biasanya hanya joke-joke yang -kata teman-temanya- "dry banget".
"kamu tahu? ya itulah SOP!"
Nampaklah skema di white board, urut-urutan proses yang baru saja dikatakan Sony. Rupanya Pak Ijal menerjemahkan kata-kata Sony menjadi sebuah SOP.
"Ohhh SOP itu, yang kayak gitu ya...." sambung Sony polos sambil mengangguk-angguk.
"SOP itu bukan hal yang rumit, apa yang biasa kita lakukan sebenarnya itulah SOP, ketika kita bangun kemudian disambung mengambil koran dan menyuruput secangkir kopi itulah SOP!" Pak Ijal kemudian menjelaskan.
"Ah saya kira SOP jauh lebih rumit dari itu, harus betul-betul detail langkah perlangkah"
Satu ilmu lagi yang saya dapat hari ini, ternyata menganggap satu pekerjaan sulit kemudian menunda-nundanya justru tidak menghasilkan apa-apa. Jalan saja, seperti apa kata Michael Jordan dalam bukunya "Boleh gagal, tapi jangan takut mencoba". Kegagalan itu pasti, tapi biasanya keberhasilan akan hadir setelah kegagalan, seperti firman Allah bahwa dibalik kesukaran pasti ada kemudahan...
Dan kalau tidak berani mencoba? Kita tidak akan pernah tahu akhirnya dan hanya akan berhenti sampai disini...
begitu batin Sony.