Nggak sengaja nemu video waktu abang "kesurupan" ceramah di ruang meeting MQMM, dengan gayanya yang khas dan berapi-api... niru aa gym dan zainudin MZ ceunah... si abang ceramah. Kang Fiqi disebelahnya hanya tersenyum-senyum. Sementara kang Hendra cuma cengar-cengir disampingnya memandang takjub kejadian langka disebelahnya. Si Abang memang gitu, ada waktu-waktu dia kumat dan bikin ngakak satu kantor. Perawakannya yang tambun dan botak benar-benar mengundang siapa pun untuk tersenyum.
Dulu waktu AdMQ masih eksis dan Teh Umi masih leadnya, si Abang biasanya nge dagel waktu jam 3 sore ke atas. Udah pasti jam segitu dia kumat... ya tinggal gw dan yang lain ngakak-ngakak sepanjang sore itu. Siapa aja yang dia tiru, dari Aa Gym, Roma Irama, Beby Romeo, Iwan Fals dan lain-lain lah. Dia juga suka mengubah-ubah ekspresi wajahnya sehingga bisa tampak jadi orang lain, suatu saat Abang pernah terobsesi untuk membuat pameran fotografi seribu wajah. Pameran yang menampilkan 1000 mimik mukanya sendiri, sepertinya pameran fotonya masih lama. Setahun yang lalu, saat-saat saya terakhir di Bandung jumlah ekspresinya masih belasan. Salah satunya roman muka mirip Ronaldo dengan gigi depan sengaja dimajukan biar mirip bentuk gigi Ronaldo.
Biar begitu Abang melankolis, maklum sastrawan dia bisa berubah cepat dari riang ke sedih bahkan tidak segan airmatanya keluar (meski hanya di depan kami teman-teman terdekatnya).Saya ingat waktu-waktu malam yang sering kami lewatkan di kantor, sharing, ngobrol soal apa saja... termasuk tentang kelakuan ajaib tempat kerja kami dan orang-orangnya. Tempat kerja kami ini yang meski rada-rada ajaib menjadi tempat bertemunya kami pada suatu ketika, bekerja sebaik-baiknya dikala sebagian besar dari tempat kerja kami lebih menganggapnya dakwah ketimbang bekerja. Ya, sisi pandang kami begitu pragmatis... kami ke kantor bekerja dan mencari laba, mencoba menjual kemampuan kami dalam berkarya ke dalam maupun pihak luar. Abang dengan kemampuan menulis naskah, Kang Hendra yang jago bikin konsep dan saya yang dari dulu kerjaannya ngutak-ngatik desain selalu... begitulah kami selalu... dari dulu ditempat ini.
Abang masih disitu saat ini, diantara tim kami awal yang berjumlah hingga sebelas orang hingga kini tinggal Abang seorang. Sebelas orang itu kemudia pecah satu demi satu, ada yang ikut suami, ada yang jadi PNS namun ada juga yang terpaksa keluar.
Malam ini nggak sengaja membuka video itu... semua terasa seperti kemarin...
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment