Hari ini hari Idul Adha menurut pemerintah, di wisma suni kita melanjutkan tradisi yang diwariskan Mas Imron. Kita ngumpul bareng, bakar sate, trus dilanjutin dengan makan bareng, akrab banget. Akhir-akhir ini semenjak hampir separuh kosan eksodus setelah lebaran dan mulai disi oleh penghuni-penghuni baru kita jarang bisa ngumpul seperti ini. Dulu sering banget, Mas Imron yang mengajari kita untuk selalu kumpul untuk menumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan, walau cuma sekedar kongkow dan ngobrol ngalor-ngidul. Tapi itu efektif untuk menumbuhkan rasa saling memiliki diantara kami (terbukti seringnya sendal jepit ngilang karena dipinjam tanpa bilang he..he..). Setidaknya antar tetangga cukup peduli, rasa yang dua hari lalu saat kami penghuni lama ngobrol dikamar Mas Puji prihatinkan.
Tapi semangat itu saya harap akan kembali tumbuh, karena walau bagaimanapun kami tinggal dalam tempat yang sama, kami tetangga, teman dan keluarga bagi jiwa-jiwa perantau yang kesepian di tanah orang.
Sekarang saya mengerti kata-kata Mas Imron dulu yang selalu mendorong kebersamaan dikosan ini. Saya masih ingat beberapa tahun lalu ketika Mas Imron masih jadi tetangga kamar saya, sering mampir hanya sekedar untuk ngobrol. Sepele memang tapi memang itu adalah salah satu cara menjalin silaturahmi dengan tetangga, dengan saling mengunjungi agar kita merasa dekat.
Lucu, saat ini setelah dua pekan tsunami dan Mas Imron belum ada kabarnya di Aceh saya jadi ingat dia, hanya karena kami makan bareng...
Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan menerima segala amalnya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


No comments:
Post a Comment