Saturday, February 19, 2005

Upik Dalam Buaian (tentang saya dan perempuan)

Rasanya lucu, saat usia saya yang sudah seperempat abad ini masih belum bisa memahami wanita, baik karakter maupun apa yang ia inginkan. Padahal saya punya ibu, punya dua adik perempuan dan juga teman-teman perempuan tapi tetap saja itu bukan menjadi jaminan buat saya. Kalau dipikir-pikir Sigmund Freud sang Bapak Psikoanalisis saja yang sudah melalui 32 tahun masa studi tentang wanita tetap tidak bisa memahami wanita... apalagi saya? Memang sih ada satu sebab juga yang sering saya jadikan alasan, saya terlalu dini ikut gerakan dakwah... dulu sewaktu awal-awal masa SMA saya sudah bersentuhan dengan ROHIS. Dan salah satu yang menjadi penekanan dikalangan aktivisnya adalah pacaran itu haram! Tapi saya kira tidak perlulah mencari-cari alasan toh kesalahan itu ada disini, dalam diri saya pribadi... saya terlalu pemalu khususnya terhadap wanita. Tidak pernah ada dalam sejarah saya sampai saat ini menyatakan perasaan saya terhadap seorang wanita, tapi ada kelebihannya sih... jadi saya nggak pernah ngerasain bagaimana rasanya ditolak (he..he..).
Namun seiring bertambahnya usia saya harus berfikir ulang tentang episode kehidupan saya selanjutnya, suatu saat saya akan jauh dari keluarga saya saat ini dan mulai membangun suatu keluarga baru. Dan saat itulah saya akan perlu satu anggota tim untuk melengkapi, dan tidak bisa tidak anggota tim itu adalah wanita.
Dari sini saya mulai mencari tahu lebih banyak tentang wanita, tentang dunianya, fikiran dan perasaannya... dan memang seperti apa yang ditemukan Pak Freud, saya tidak menemukan apa-apa! Tapi tentu saja tidak seekstrim itu, kalau dipikir-pikir saya masih menemukan sesuatu tentang apa yang diinginkan seorang wanita.
Apa yang diinginkan seorang wanita itu sebenarnya sederhana, begitu sederhananya sampai-sampai membuat pria tidak percaya. Keinginan itu adalah wanita hanya ingin dicintai dan dengan itu ia akan merasa aman dan nyaman bersama seorang pria. Aneh ya? Kata-kata itu saya dapat dalam film La Brassiere (kalau nggak salah eja), cerita tentang dua orang desainer pria yang ditantang merancang sebuah bra tanpa tanding. Ternyata proyek itu tidak hanya membuka pengetahuan mereka terhadap suatu produk tapi juga membuka pemahaman mereka terhadap wanita.
.............
Rasanya ingin juga pada suatu malam saat saya terbangun ada seseorang terlelap disamping saya, saya pun terdiam... tertegun memandang wajah cantiknya dalam keremangan malam. Ada banyak cerita yang saya dengar tentang kecantikan seorang wanita yang justru semakin terlihat ketika ia sedang tertidur, mungkin juga ilham dongeng "Sleeping Beauty" lahirnya dari sini.
Saya sendiri punya satu pengalaman tentang itu, tanpa sengaja saya pernah melihatnya tidur kelelahan dalam mobil yang mengantar kami pulang. Saat itu hanya ada keremangan lampu jalanan Cipaganti yang jatuh menerangi wajahnya yang terlelap bagai upik dalam buaian... cantik... hanya itu yang bisa saya katakan.

2 comments:

Anonymous said...

Well done!
[url=http://nsnowogz.com/lucr/coas.html]My homepage[/url] | [url=http://ckqdptti.com/puqu/onee.html]Cool site[/url]

Anonymous said...

Thank you!
http://nsnowogz.com/lucr/coas.html | http://lftebenr.com/fmgd/ooqz.html