Sunday, September 18, 2005

Kemilau nusantara

"Ji di Pusdai lg ada acara kemilau nusantara edan rame bgt kontingen semua propinsi ada. lu bs foto2 ji. skrg sih masih persiapan pd latihan. eddy."

Image hosted by Photobucket.com
Sms Abang pagi-pagi membangunkan saya yang sedang tidur nyenyak, hehehe gw lagi kumat tidur malemnya (dan otomatis bangun siangnya). Males-malesan saya bales dengan pesan singkat "ntar dah rada siangan gw mau nerusin tidur", namun dua telepon berturut-turut dari Abang mau nggak mau memaksa saya berfikir "seheboh apa sih acaranya". Dengan bergegas, persiapan pagi sekadarnya saya berangkat dengan membawa Camedia C-150.

Sesampainya disana... edan! Gw nyesel nggak persiapan lebih serius, momentnya nggak bisa dikejar dengan kamera pocket gw. Apalagi kesenian dari Jawa Barat... sangat dinamis banget dan cepat, mungkin kalau bawa K1000 gw masih bisa ngejar tapi sayangnya gw cuma bawa pocket Olympus. Ya sudah, gw harus berfikir dua kali lebih keras dari orang lain dengan peralatan lengkap. Jadi saya lebih mengamati detail kostum, perlengkapan dan sejenisnya daripada berusaha setengah mati ngejar moment.
Kebetulan pas gw datang, kontingen yang tersisa terbanyak dari Jawa Barat ya udah gw keliling aja. Kostumnya unik-unik dan kaya warna, merah, biru, kuning dan beberapa warna terang lainnya, buat saya yang terbiasa dengan warna-warna tua khas Jawa serta motif-motif geometrik khas Lampung, pernak-pernik ini sangat menarik. Ada kostum penari yang terdiri dari 2 warna utama biru dan pink -sayang banget nggak bisa motretnya- detil bordir dan batiknya asik banget, entah kesenian dari mana gw lupa.
Juga tadi sempat kaget juga ngeliat ada motif awan dari kesenian Cirebon, yang saya tahu persis itu motif awan Cina. Mungkin juga kebudayaan sini terpengaruh oleh budaya dan senirupa Cina dimasa lalu dan menurut Taryan motif awan seperti itu juga ada di Ciamis. Saya pikir mungkin juga motif ini berpengaruh luas di daerah-daerah lain di Jawa Barat soalnya Logo Jawa Barat pun mengikuti patern dari motif Cirebon ini.

Banyak hal-hal lain yang didapat dari acara ini, dan gw beruntung banget bisa menyaksikan dan memotret meskipun nggak banyak. Kebetulan juga kok yang gw dapet kebanyakan kesenian Jawa Barat... apakah.... (nah gw kumat lagi jawanya). Mungkin karena orang jawa serba teratur kali ya, sampai-sampai orang Jawa menetapkan (atau tepatnya menemukan) keteraturan kosmologis alam. Sampai-sampai suatu peristiwa -tidak bisa tidak- akan selalu ada tanda-tanda yang menyertainya. Contoh paling otentik adalah Astrologi Jawa yang lebih dikenal dengan Pranoto Mongso, dan contoh yang paling gamblang adalah pratanda... semua peristiwa selalu dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya. Jadi ingin tahu apakah di kebudayaan sunda ada juga sejenis itu, yang saya tahu sampai hari ini orang sunda hidup dengan menjaga keharmonian dengan alam. Wallahu'alam rasanya ini jadi PR pribadi nih, dan mungkin sebagai langkah awal gw harus baca buku "Era Baru" yang karangan orang Jepang di rumah buku.

*kok endingnya jadi nyasar gini sih :)

No comments: